Saudaraku, bukankah sudah saatnya kita menyingkirkan ego-ego kita yang mulai dikendalikan setan? Mereka mengadu domba kita sesama umat Islam. Setan menunggangi amarah, agar kita mengkafirkan satu kelompok di luar kelompok yang lain. Kita anggap kelompok kita adalah kelompok yang benar. Padahal kita berdua bahkan tidak tahu letak kebenaran, apalagi kesempurnaan kelompok yang kita banggakan itu. Ingatlah saudaraku, sesungguhnya yang sempurna hanyalah Islam, bukan kelompokku, bukan pula kelompokmu. Astaghfirullahal 'adzim..
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi
agama bagimu.”
(Al-Maaidah: 3)
Saudaraku, bukankah Islam yang dibawa oleh Rasul kita Muhammad adalah agama yang penuh perdamaian? yang penuh kasing sayang? yang saling mengajarkan? Jika aku salah, maka beritahulah aku. Dan jika ku lihat engkau salah, maka bukalah pintu hati dan telingamu untuk mendengarkan koreksiku.
Saudaraku, bukankah kita sesama muslim adalah saudara? Dimana terdapat hak mereka atas diri kita. Bukankah kita adalah satu bangunan? Bukankah kita ini satu tubuh yang jika ada luka sedikit saja, maka kita juga merasakannya? Astaghfirullah... maafkan kami Ya Robb... Ampuni kami Gusti...
Saudaraku, jika yang lain melihat kita seperti ini, bukankah sangat mungkin jika mereka menertawakan kita. Apakah kita pantas marah jika kemudian mereka malah memperpanas suasana? Saudaraku, aku yakin, bukan ini yang kita inginkan. Kita ingin yang lain melihat keindahan dan keelokan kita, lantas mereka berbondong-bondong menjadi keluarga muslim kita.
Saudaraku, saatnya kita bangkit dari ego ini. Sudah saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa kita satu. Kita adalah Islam. Aku dan kamu adalah saudara se-Islam. Islam adalah agama yang kuat. Islam adalah agama yang penuh rahmat. Islam adalah agama yang damai.
Saudaraku, apapun kelompokmu, termasuk aku, mari kita sama-sama memohon ditunjukkan jalan yang lurus, bukan jalan orang-orang yang disesatkan. Agar kita tidak menjadi pribadi yang terus merasa benar, akan tetapi kita sama-sama menuju jalan kebenaran.
"Katakanlah: `Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang -
orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah
sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka
menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang
yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap)
perjumpaan dengan Dia, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami
tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat."
(QS. Al-Kahfi [18]:103-105)
Na'udzubillah ....
Na'udzubillah ....







0 comments:
Post a Comment