Tuesday, November 8, 2016

Berdoa atau Menghafalkan Doa???


Assalamu'alaikum sahabat santri semua... Sahabat-sahabat yang shalih shalihah... Sahabat setia pembaca Madrasah Online... Semoga hari ini kita menjadi pribadi yang semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya. Terlebih lagi kita menjadi pribadi yang semakin dicintai Allah dan Rasul-Nya. Aamiin... Seperti topik kita hari ini yang akan membahas tentang doa, mari kita semua saling mendoakan yaaa...

Sahabat santri madrasah online, pernahkah anda dimintai suatu hal oleh orang lain? Bagaimanakah cara mereka meminta pada anda? Dengan lemah lembut ataukah dengan kasar? Dengan rendah hati atau biasa saja? Manakah di antara cara tersebut yang lebih anda sukai?

Sahabat santri, jika analogi di atas dikaitkan dengan aktivitas berdoa, maka apakah pantas jika kita berdoa dengan kasar, biasa saja, tanpa disertai pengharapan? Ataukah selama ini yang kita lakukan hanya menghafalkan doa? Tidak tau makna doa yang kita panjatkan?

Doa pada hakikatnya adalah ibadah yang berisi pengharapan atau permohonan dari seorang hamba pada Dzat yang memiliki segalanya, yakni Allah subhanahuu wata'aalaa. Kita sebagai hamba yang lemah, tidak memiliki daya dan upaya melainkan atas kuasa Allah, sangat dianjurkan untuk meminta pertolongan kepada Allah, sekalipun Allah lebih tahu tentang apa yang kita butuhkan dibanding diri kita sendiri.

Ibarat kita minta tolong kepada presiden, tidak pantas jika kita meminta dengan memaksa, tidak sopan, maupun terlalu terburu-buru. Begitupun ketika kita meminta pertolongan Allah. Kita harus memintanya dengan baik, sopan, lemah lembut, sesuai dengan etika yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mengapa harus dengan etika? Tentu saja agar doa kita dikabulkan. Urutannya, etika membuat ibadah kita lebih sempurna. Jika sudah sempurna, apa iya Allah tidak mengabulkannya?
Beberapa etika dalam berdoa adalah sebagai berikut:
1. Berdoalah di waktu dan tempat yang mustajabah, semisal saat hari Jumat, saat turun hujan, di tengah keheningan malam, di Muzdhalifah, di Bukit Shafa dan Marwa, dsb.
2. Angkatlah kedua tangan dan menghadap kiblat
3. Mulailah dengan istighfar dan memuji Allah. Cara ini dilakukan agar terlebih dahulu Allah mengampuni dosa-dosa kita, juga untuk memuji betapa kuasanya Allah atas diri kita.
4. Panjatkan doa dengan khusyu' . Bawalah hati anda dalam berdoa. Sebab, tidak akan dikabulkan doa seseorang yang tidak menyertakan hatinya. Keyakinan bahwa doa
5. Yakinlah bahwa doa anda akan dikabulkan. Kita harus senantiasa berkhusnudzon pada Allah. Termasuk dalam hal terkabulnya doa.
6. Berdoalah dengan lembah lembut, tunjukkan jika anda memang membutuhkan pertolongan Allah, rendahkan suara anda.
7. Pilihlah doa-doa yang diajarkan oleh Allah dalam Quran dan hadits.
8. Pelajari makna doa atau arti dari doa yang kita panjatkan jika doa tersebut dalam Bahsa Arab. Jangan sampai anda tidak tahu makna doa yang anda baca. Ingat, anda sedang berdoa, bukan menghafal doa.

Nah, demikian beberapa etika dalam berdoa yang harus kita ketahui. Etika yang saya tulis di atas saya dapatkan dari guru saya, K.H. Agoes Ali Masyhuri dan K.H. Yusuf Mansur. Semoga Allah memuliakan kedua guru saya ini, juga guru-guru panjengan semua. Juga semoga Allah mengabulkan doa kita semua. Aamiin...

Wassalamu'alaikum..

Share:

1 comment:

  1. Setuju bgt dgn tulisan ustadzah ini. Kita org islsm wajib hukumnya untuk berdoa. Tak mau berdoa bs dktakan sbg manusia yg sombong. olh krn itu sgt pnting kita pelajari tentang doa. sdikit tambahan dr sy, berdoa dan etika berdoa itu penting. Yg tak kalah penting adalah perilaku kita hrs sesuai dgn apa yg qt minta. trimakasih ustdzah pengingatnya... smg semakin giat menebar manfaat. Aamiin

    ReplyDelete

Aku Bangga Jadi Santri