Pembelajaran Berbasis CBT

Santri tetap harus mengikuti perkembangan teknologi

Rutinitas Membaca Al Quran

Melalui rutinitas membaca Al Quran, diharapkan santri dapat semakin cinta kepada Al Quran dan kelak dapat mengamalkannya

Doa Bersama Para Santri

Doa bersama insyaallah lebih mustajab, apalagi langsung dipimpin Kyai

Sunday, November 13, 2016

Untuk Saudara Muslimku

Saudaraku, tidakkah hatimu teriris ketika mendengar berita panas yang merusak kebhinekaan umat Islam? Tidakkah mata dan hatimu menangis ketika peperangan sesama saudara muslim terjadi dimana-mana? Berperang atas nama suatu kelompok organisasi. Berperang seolah-olah organisasi inilah agama kita dan yang lain bukan. Kita lupa bahwa organisasi ini hanya sebagian kecil dari Islam. Sadarlah saudaraku, agama kita sejatinya adalah Islam. Hanya Islam. Aku Islam dan kau pun Islam. Aku yakin itu.

Saudaraku, bukankah sudah saatnya kita menyingkirkan ego-ego kita yang mulai dikendalikan setan? Mereka mengadu domba kita sesama umat Islam. Setan menunggangi amarah, agar kita mengkafirkan satu kelompok di luar kelompok yang lain. Kita anggap kelompok kita adalah kelompok yang benar. Padahal kita berdua bahkan tidak tahu letak kebenaran, apalagi kesempurnaan kelompok yang kita banggakan itu. Ingatlah saudaraku, sesungguhnya yang sempurna hanyalah Islam, bukan kelompokku, bukan pula kelompokmu. Astaghfirullahal 'adzim..


الْÙŠَÙˆْÙ…َ Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ْتُ Ù„َÙƒُÙ…ْ دِينَÙƒُÙ…ْ ÙˆَØ£َتْÙ…َÙ…ْتُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ Ù†ِعْÙ…َتِÙŠ Ùˆَرَضِيتُ Ù„َÙƒُÙ…ُ الإسْلامَ دِينًا 

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” 
(Al-Maaidah: 3)

Saudaraku, bukankah Islam yang dibawa oleh Rasul kita Muhammad adalah agama yang penuh perdamaian? yang penuh kasing sayang? yang saling mengajarkan? Jika aku salah, maka beritahulah aku. Dan jika ku lihat engkau salah, maka bukalah pintu hati dan telingamu untuk mendengarkan koreksiku.

Saudaraku, bukankah kita sesama muslim adalah saudara? Dimana terdapat hak mereka atas diri kita. Bukankah kita adalah satu bangunan? Bukankah kita ini satu tubuh yang jika ada luka sedikit saja, maka kita juga merasakannya? Astaghfirullah... maafkan kami Ya Robb... Ampuni kami Gusti...

Saudaraku, jika yang lain melihat kita seperti ini, bukankah sangat mungkin jika mereka menertawakan kita. Apakah kita pantas marah jika kemudian mereka malah memperpanas suasana? Saudaraku, aku yakin, bukan ini yang kita inginkan. Kita ingin yang lain melihat keindahan dan keelokan kita, lantas mereka berbondong-bondong menjadi keluarga muslim kita.

Saudaraku, saatnya kita bangkit dari ego ini. Sudah saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa kita satu. Kita adalah Islam. Aku dan kamu adalah saudara se-Islam. Islam adalah agama yang kuat. Islam adalah agama yang penuh rahmat. Islam adalah agama yang damai.

Saudaraku, apapun kelompokmu, termasuk aku, mari kita sama-sama memohon ditunjukkan jalan yang lurus, bukan jalan orang-orang yang disesatkan. Agar kita tidak menjadi pribadi yang terus merasa benar, akan tetapi kita sama-sama menuju jalan kebenaran.

 

"Katakanlah: `Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang - orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat." 
(QS. Al-Kahfi [18]:103-105)


Na'udzubillah ....
 
Share:

Thursday, November 10, 2016

Untuk Beliau: Gus Mus (K.H. Ahmad Mustofa Bishri)



Menjadi alim Uama bukan hal mudah
sebab Ulama tak sekedar pandai berkhotbah

Ulama harus pandai membaca zaman
agar ajaran agama dapat terus relevan

Tak gemar membuat penghakiman
sebab menghakimi adalah haknya Tuhan

Seperti itulah sosok Gus Mus yang kharismatik
Istiqomah dalam mengayomi dan mendidik

Ulama yang bisa berbicara melalui sastra
mampu menghidupkan rasa dengan seni rupa

Nasihat-nasihatnya tak bikin gaduh
Puisi-puisinya terasa teduh
Tulisannya amat menyentuh

Dapat bergaul dengan siapa saja
dari politisi hingga jelata
tanpa kehilangan wibawanya sebagai ulama'

Karena Indonesia adalah bangsa Bhineka
Ulama harus jadi guru bagi semua
dapat merangkul siapa saja

Itulah teladan yang diberikan Gus Mus
Kiai yang berdakwah dengan berbagai jurus

Semoga akan selalu ada sosok Gus Mus dimana saja
agar Islam terus menjadi rahmat bagi semesta


(Najwa Syihab untuk Gus Mus)

Hai manusia, tetaplah menjadi manusia, memahami manusia, dan memanusiakan manusia
Jangan hanya menjadi pemuja daging, sedangkan lupa adanya jiwa

Hai manusia, jadilah engkau bagai embun yang menyejukkan
Jangan seperti rumput kering, yang jika terkena puntung rokok sedikit saja langsung terbakar

Hai manusia, berdamailah dengan hatimu
Pun demikian berdamailah bersama mereka "saudaramu"

Hai manusia empunya Quran dan Sunnah
Belajarlah berdialog baik dengan sesama empunya Quran dan Sunnah
Jika kalian tak mampu melakukannya,
lalu mungkinkah kalian melakukan itu kepada yang tak berpunya Quran dan Sunnah??

Hai manusia Indonesia, jadikan tanah ini rumahmu
bukan tanah tempat bertarung berebut kuasamu

Untuk beliau guruku, terima kasih atas segala ilmu
ilmu khidmat yang tak ku dapati dari yang lain

Untuk beliau guruku, melihat parasmu
 bisa ku rasakan betapa indah dan damainya agamaku

Untuk beliau guruku, mendengar tuturmu
kurasakan betapa tingginya maqammu

Guruku
meski kita belum pernah bersua
meski aku baru saja mendapatimu
aku telah begitu mencintaimu
Semoga Allah senantiasa merahmatimu
Guruku
"K.H. Ahmad Mustofa Bishri"

(dikutip dari tutur beliau, guru saya, K.H. Ahmad Mustofa Bishri)
Share:

Tuesday, November 8, 2016

Berdoa atau Menghafalkan Doa???


Assalamu'alaikum sahabat santri semua... Sahabat-sahabat yang shalih shalihah... Sahabat setia pembaca Madrasah Online... Semoga hari ini kita menjadi pribadi yang semakin mencintai Allah dan Rasul-Nya. Terlebih lagi kita menjadi pribadi yang semakin dicintai Allah dan Rasul-Nya. Aamiin... Seperti topik kita hari ini yang akan membahas tentang doa, mari kita semua saling mendoakan yaaa...

Sahabat santri madrasah online, pernahkah anda dimintai suatu hal oleh orang lain? Bagaimanakah cara mereka meminta pada anda? Dengan lemah lembut ataukah dengan kasar? Dengan rendah hati atau biasa saja? Manakah di antara cara tersebut yang lebih anda sukai?

Sahabat santri, jika analogi di atas dikaitkan dengan aktivitas berdoa, maka apakah pantas jika kita berdoa dengan kasar, biasa saja, tanpa disertai pengharapan? Ataukah selama ini yang kita lakukan hanya menghafalkan doa? Tidak tau makna doa yang kita panjatkan?

Doa pada hakikatnya adalah ibadah yang berisi pengharapan atau permohonan dari seorang hamba pada Dzat yang memiliki segalanya, yakni Allah subhanahuu wata'aalaa. Kita sebagai hamba yang lemah, tidak memiliki daya dan upaya melainkan atas kuasa Allah, sangat dianjurkan untuk meminta pertolongan kepada Allah, sekalipun Allah lebih tahu tentang apa yang kita butuhkan dibanding diri kita sendiri.

Ibarat kita minta tolong kepada presiden, tidak pantas jika kita meminta dengan memaksa, tidak sopan, maupun terlalu terburu-buru. Begitupun ketika kita meminta pertolongan Allah. Kita harus memintanya dengan baik, sopan, lemah lembut, sesuai dengan etika yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mengapa harus dengan etika? Tentu saja agar doa kita dikabulkan. Urutannya, etika membuat ibadah kita lebih sempurna. Jika sudah sempurna, apa iya Allah tidak mengabulkannya?
Beberapa etika dalam berdoa adalah sebagai berikut:
1. Berdoalah di waktu dan tempat yang mustajabah, semisal saat hari Jumat, saat turun hujan, di tengah keheningan malam, di Muzdhalifah, di Bukit Shafa dan Marwa, dsb.
2. Angkatlah kedua tangan dan menghadap kiblat
3. Mulailah dengan istighfar dan memuji Allah. Cara ini dilakukan agar terlebih dahulu Allah mengampuni dosa-dosa kita, juga untuk memuji betapa kuasanya Allah atas diri kita.
4. Panjatkan doa dengan khusyu' . Bawalah hati anda dalam berdoa. Sebab, tidak akan dikabulkan doa seseorang yang tidak menyertakan hatinya. Keyakinan bahwa doa
5. Yakinlah bahwa doa anda akan dikabulkan. Kita harus senantiasa berkhusnudzon pada Allah. Termasuk dalam hal terkabulnya doa.
6. Berdoalah dengan lembah lembut, tunjukkan jika anda memang membutuhkan pertolongan Allah, rendahkan suara anda.
7. Pilihlah doa-doa yang diajarkan oleh Allah dalam Quran dan hadits.
8. Pelajari makna doa atau arti dari doa yang kita panjatkan jika doa tersebut dalam Bahsa Arab. Jangan sampai anda tidak tahu makna doa yang anda baca. Ingat, anda sedang berdoa, bukan menghafal doa.

Nah, demikian beberapa etika dalam berdoa yang harus kita ketahui. Etika yang saya tulis di atas saya dapatkan dari guru saya, K.H. Agoes Ali Masyhuri dan K.H. Yusuf Mansur. Semoga Allah memuliakan kedua guru saya ini, juga guru-guru panjengan semua. Juga semoga Allah mengabulkan doa kita semua. Aamiin...

Wassalamu'alaikum..

Share:

Sunday, November 6, 2016

Uhibbukum Fillah (Umi Abi)


Assalamu'alaikum sahabat santri semua..  Hari ini saya akan mengajak panjenengan semuanya membahas tentang cinta atau mahabbah. Lebih khususnya tentang cinta kepada orang tua. Insyaallah sahabat santri madrasah online mah udah pada cinta sama orang tuanya. Betul gak???

Cinta pada orang tua itu sebenernya susah gampang-gampang. Kenapa gampangnya saya ulang dua kali Sebab lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Bisa jadi gampang kalau kita melakukannya dengan sepenuh hati. Ibarat pepatah orang jatuh cinta, tahi ayam rasa cokelat. Sekalipun ada gak enaknya, tetep aja jadi enak. Diperhatikan apa dicuekin, disayang apa dimarahin, semuanya tetep aja rasanya nikmat. Begitupun sebaliknya. Jika kita setengah-setengah, pas disayang aja seneng. Tapi pas lagi dimarahin, sebelnya setengah hidup.

Cinta orang tua pada kita tidak perlu diragukan lagi kemurniannya. Bagaimana tidak. Kita bisa tumbuh cantik, ganteng, pinter, sukses, seperti saat ini ya berkat didikan dan doa beliau. Sederhana saja, pas kita kelihatan jelek, pasti ibu atau ayah mandiin kita (pas kecil dulu), kalau pas udah gede sih pasti kita disuruh mandi, dibeliian baju yang bagus, minyak wangi, bedak, dll. Itu masih contoh kecil loh yaaa...

Saking murninya cinta orang tua, Allah sampai benar-benar memuliakan keduanya. Allah langsung deh ngajarin kita berdoa untuk keduanya:

Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa
Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku serta sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil

Nah, bagi sahabat santri yang masih kesulitan, di sini saya akan berbagi tips bagaimana cara mencintai orang tua kita. Semuanya akan saya bagikan secara gratis buat anda.

1.  Ceritakan suatu hal tentang diri Anda kepada orang tua. Semisal tentang apa yang anda lakukan di sekolah hari ini. Jika orang tua telah mulai terbiasa dengan cerita kita, maka cepat atau lambat orang tua pun akan bercerita tentang hal-hal yang ada dalam pikirannya kepada kita. Nah ini adalah awal yang bagus untuk membentuk komunikasi antara anak dan orang tua.
2. Jika anda melihat orang tua sedang kelelahan, maka tawarkan lah untuk memijat orang tua Anda.
3. Jika anda melihat cucian piring atau baju menumpuk, maka sucikanlah piring-piring atau baju-baju tersebut untuk meringankan beban ibunda.
4. Jika anda melihat ayah anda sedang membetulkan sesuatu, paling tidak bertanyalah tentang apa yang sedang beliau kerjakan atau kalau bisa bantu lah beliau untuk mengerjakannya
5. Jika anda akan pergi ke suatu tempat, maka mohonlah izin kepada beliau. Berpamitan, ciumlah tangannya, kemudian ucapkan salam. Jika sudah sampai, maka berilah kabar dengan cara menelpon ayah atau ibunda kita.
6. Jika anda sedang berada pada tempat yang jauh, maka sering-seringlah memberikan kabar kepada orang tua dan tanyakanlah kabar beliau berdua. Ingat, pahala menanyakan kabar orang tua, pahalanya sama dengan pahala berhaji.
7. Sesekali, jangan sungkan-sungkan mengatakan "aku sayang ibu dan ayah" atau "terima kasih telah menjadi ayah dan ibuku", misalnya di hari ulang tahunya.
8. Berdoalah untuk keduanya. Sebab doa kita adalah investasi masa depan bagi orang tua.
9. Jadilah anak yang shalih dan shalihah. Orang tua akan senang melihat anaknya memiliki akhlak yang baik.
10. mintalah orang tua untuk mendoakan kita sekalipun kita tahu bahwa orang tua tidak akan pernah lupa mendoakan kita.
11. Silahkan dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi keluarga anda.
12. Jalani semua tips di atas dengan keyakinan bahwa kecintaan anda pada beliau adalah sebagai bentuk kecintaan anda pada Allah (Uhibbukum fillah).


Nah, demikianlah tips-tips yang dapat saya bagi. Saya doakan mudah-mudahan santri madrasah online dapat menjadi anak yang shalih shalihah. Doakan saya juga ya teman-teman. Yok kita sama-sama berdoa agar cinta ibu dan ayah dibalas oleh Allah dengan segala kebaikan. Dan tiada kebaikan yang lebih baik untuk keduanya selain kebaikan Syurga.

Sekian. Wassalamu'alaikum.
Share:

Thursday, November 3, 2016

Santri School : Bukan Sekedar Sekolah untuk Akhirat


Assalamu'alaikum sahabat-sahabat santri madrasah online. AKU BANGGA JADI SANTRI. Gimana kabarnya nih?? Apa hari ini puasa hari Kamis? Sudah buka puasa belum? Mudah-mudahan puasa hari ini diterima Allah ya.. Aamiin.. Yang belum bisa puasa senin-kamis, yok bareng-bareng kita doakan biar secepatnya bisa puasa juga. 

Sahabat,malam ini saya pingin mengulas tentang Santri School : Bukan Sekedar Sekolah untuk Akhirat. Kenapa saya menulis ini? Alasannya adalah karena beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengarkan ceramah dari Guru saya, K.H. Musthofa Bishri tentang wajah Sekolah pada zaman sekarang ini. Bahasa yang beliau gunakan begitu sederhana, namun memiiki arti yang dalam.

Jika diperhatikan, pada saat ini publik secara sadar atau tidak, mulai mengkotak-kotakkan jangkauan pendidikan. 
Share:

Shalawat Untuk Kekasih Hati

Assalamu'alaikum sahabat santri.... 
Hari ini pas bertepatan dengan malam Jumat nih. Biar berkah,ane mau bagi-bagi info buat santri-santri madrasah online tentang Keutamaan bershalawat untuk sang kekasih hati "Baginda Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam" di malam dan hari Jumat berdasarkan hadits beliau. Kalau yang udah asli santri, insyaallah mah udah pada tahu. 
But, it's oke. I will review for you all,,, 1. Barangsiapa yang bershalawat untuk Rasulullah di malam atau hari Jumat satu kali, maka Allah akan bershalawat untuknya 10 kali (Wow.... amazing) 2. Barangsiapa yang bershalawat untuk Rasulullah di malam atau hari Jumat, maka kelak pada hari kiamat, Rasulullah akan menjadi saksi dan penolong bagi kita (Mauuuuu) 3. Barangsiapa yang bershalawat untuk Rasulullah 100 kali di hari Jumat, maka dosanya selama 80 tahun akan diampuni (subhanallah) 4. Barangsiapa yang bershalawat untuk Rasulullah 1000 kali di hari Jumat, maka kita tidak akan mati sebelum melihat surga tempat tinggalnya kelak (aamiiinnnn) 5. Barangsiapa yang membaca shalawat untuk Rasulullah di hari Jumat, maka shalawat tersebut akan menjadi syafaat baginya kelak di hari kiamat (alhamdulillah) Subhanallah, walhamdulillah, ternyata banyak sekali ya keutamaan bershalawat di malam dan hari Jumat. Nah, bagi santri-santri yang bingung dengan bacaan shalawat apa yang harus di baca, it's up to you. 

Banyak banget bacaan shalawat. Salah satunya adalah shalawat nariyah. Shalawat ini lagi dianjurkan sekali di pondok saya. Yang belum pernah tahu (atau pernah tahu tapi lupa), gini nih bunyi shalawat nariyah beserta artinya: 


Alhamdulillah, selesai juga pembahasan tentang shalawat untuk kekasih hati, Baginda Muhammad. Doakan saya ya, mudah-mudahan bisa istiqomah bershalawat. Saya doakan santri-santri madrasah online bisa memperbanyak shalawat di sepanjang usianya. Dengan begitu, baginda Rasul dan Allah jadi semakin sayang sama kita semua. Aaaaamiiin....
Share:

Wednesday, November 2, 2016

Enaknya Jadi Santri

Assalamu'alaikum sahabat santri semua...
Yang merasa santri, angkat kopyahmu broooo !!! :) Bagi yang belum santri, jangan khawatir!!! Di sini madrasah online santri secara khusus akan mengupas beberapa alasan mengapa jadi santri tuh enak banget. Check this out!!! 
1) Punya Kyai Kyai adalah seorang alim ulama yang tidak hanya sekedar memimpin pesantren, namun juga memberi tauladan kebajikan pada santrinya. Beliau akan senantiasa mendoakan para santrinya, dan insyaallah doa kyai sangat mustajab dikarenakan kedekatannya dengan Allah. Kyai adalah sosok yang memiliki tingkat pemahaman dan pengamalan ilmu agama yang tinggi. Selain punya kyai, nanti kita juga akan punya gus dan neng. Gus dan neng adalah sebutan untuk putra putri kyai. 
2) Punya Banyak Teman Teman kita dipondok bukan hanya yang rumahnya sekampung dengan kita guys. Mereka bisa saja berasal dari luar pulau, maupun luar negeri. Kita akan melewati hari-hari di pondok beersama mereka. Karena itu, selama di pondok kita bisa dapat banyak tahu tentang karakter dan tradisi masyarakat asal mereka tinggal. Nanti nih, misalkan kita wisata ke suatu tempat, kita bisa nginep dan makan gratis di rumah teman kita sesama santri. Mereka bakalan nerima kita dengan lapang dada. Sebab mereka sudah tau bener pegimana pentingnya irit bagi seorang santri. hehehehe 
3) Dibiasakan Kemandirian dan kedisiplinan Sudah tidak dapat diragukan lagi, di pondok santri-santri akan dibiasakan kemandirianhidup mandiri dan disiplin. Seorang santri harus bangun maksimal pukul 3 dini hari, kemudian mengikuti serangkaian kegiatan rutin yang sudah dijadwalkan oleh pesantren.saat kita tidak mengikuti kegiatan tersebut, atau semisal terlambat, kita akan mendapat hukuman dari pengurus. Rasanya memang agak berat. Tapi kalau kita ikhlas menjalaninya, semuanya dapat terlewati dengan mudah. Kelak kita juga dapat memetik hasilnuya. aammiin... insyaallah Demikian ulasan singkat betapa amazingnya menjadi seorang santri.

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi dan siswa-siswa saya. Semoga bermanfaat. :) Salam Santri !!! Aku bangga jadi santri!!!
Share:

Aku Bangga Jadi Santri